Di Tengah Luka Gempa, Kepedulian Tak Pernah Padam: Kapolres Nagekeo Salurkan Bantuan Akpol 2006 Detasemen 38 Setia.
NAGEKEO — Di tengah duka dan keterbatasan yang masih dirasakan masyarakat pascabencana gempa bumi berkekuatan 7,7 SR, kepedulian kembali hadir membawa harapan. Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana gempa yang bersumber dari Akademi Kepolisian (Akpol) Lulusan Tahun 2006 Detasemen 38 Setia.
Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas para alumni Akpol 2006 Detasemen 38 Setia terhadap masyarakat Kabupaten Nagekeo yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Bantuan kemanusiaan yang disalurkan berupa sembako dan berbagai kebutuhan lainnya, yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascagempa.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi menyampaikan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar bantuan berupa barang, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, Polres Nagekeo juga terus menunjukkan komitmennya untuk hadir bersama masyarakat, khususnya dalam situasi bencana, serta memastikan bantuan dari berbagai pihak dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan.
Salah satu penerima bantuan, Syafrudin, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para alumni Akpol Lulusan Tahun 2006 Detasemen 38 Setia yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat terdampak gempa di Nagekeo.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Akpol Lulusan Tahun 2006 Detasemen 38 Setia atas bantuan yang diberikan kepada kami melalui Polres Nagekeo. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga, terutama dalam kondisi seperti sekarang ini,” ungkap Syafrudin.
Ia berharap kepedulian dan perhatian dari berbagai pihak terus mengalir kepada masyarakat terdampak bencana hingga kondisi kembali pulih seperti sediakala.
Bagi masyarakat terdampak gempa, setiap bantuan yang datang bukan hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi pesan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit ini.
Dari tangan ke tangan, bantuan itu membawa sembako dan kebutuhan lainnya. Namun lebih dari itu, ia membawa harapan, kepedulian, dan semangat untuk bangkit kembali dari reruntuhan bencana.
Polri hadir untuk masyarakat. Dalam duka, bersama. Dalam kesulitan, bergandengan tangan. Dan dari Nagekeo, semangat untuk bangkit terus menyala.

Tidak ada komentar:
Write comment