Lima Belas Hari Bersama di Tengah Bencana, Warga Pamit Pulang: “Terima Kasih Polri, Kami Tidak Sendirian”
NAGEKEO, NTT — Ada pertemuan yang berawal dari bencana, namun meninggalkan kenangan dan rasa persaudaraan yang begitu dalam. Setelah 15 hari bertahan di tenda pengungsian Polri di Posko Lapangan Berdikari Danga, para penyintas gempa akhirnya mulai berpamitan kepada Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H. dan jajaran, sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Momen kepulangan tersebut berlangsung penuh haru. Satu per satu warga mendatangi Kapolres Nagekeo untuk menyampaikan salam perpisahan sekaligus ucapan terima kasih atas segala bantuan dan pelayanan yang telah mereka terima selama berada di tenda pengungsian.
Selama 15 hari berada di posko, Polres Nagekeo bersama jajaran dan personel BKO Sat Brimob Polda NTT terus mendampingi masyarakat terdampak gempa. Mulai dari penyediaan tenda pengungsian, makanan yang dimasak melalui dapur lapangan Polri, air bersih siap minum, bantuan sembako, hingga berbagai kebutuhan lainnya diberikan untuk membantu warga melewati masa sulit pascabencana.
Bagi para penyintas, tenda pengungsian Polri bukan hanya tempat untuk berteduh. Tempat tersebut menjadi ruang untuk berbagi cerita, menguatkan satu sama lain, dan melewati hari-hari penuh kekhawatiran setelah gempa mengguncang kehidupan mereka.
Saat berpamitan, sejumlah warga tampak menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada Kapolres Nagekeo dan personel yang selama ini melayani mereka.
Mereka mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Polri yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga hadir menemani dan memberikan rasa aman selama berada di pengungsian.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Nagekeo dan seluruh anggota Polri yang sudah membantu kami selama berada di sini. Kami mendapatkan tempat tinggal di tenda, makanan, air minum bersih, sembako dan bantuan lainnya. Kami sangat merasakan kepedulian Bapak dan seluruh anggota,” ungkap salah seorang warga.
Ucapan tersebut membuat suasana perpisahan semakin haru. Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi yang menerima langsung warga mengaku tersentuh dengan perhatian dan ucapan terima kasih yang disampaikan para penyintas.
Dengan penuh kehangatan, Kapolres menyampaikan bahwa selama berada di posko, masyarakat bukan sekadar warga yang harus dibantu, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga besar Polres Nagekeo.
«“Saya justru yang merasa berterima kasih karena selama 15 hari kita bisa bersama-sama melewati masa sulit ini. Bapak dan Mama semua sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Jangan melihat apa yang kami berikan sebagai sesuatu yang besar, karena ini adalah bentuk kewajiban dan kepedulian kami sebagai anggota Polri kepada masyarakat,” ujar AKBP Rachmat.»
Kapolres juga berpesan kepada warga yang kembali ke rumah agar tetap berhati-hati dan saling menjaga. Ia meminta masyarakat untuk tidak ragu menghubungi anggota Polri apabila sewaktu-waktu membutuhkan bantuan.
«“Pulanglah dengan hati yang tenang. Tetap saling menjaga, tetap kuat, dan jangan kehilangan semangat untuk bangkit. Kami dari Polres Nagekeo akan tetap ada untuk masyarakat. Jika ada kebutuhan atau persoalan, jangan sungkan untuk menyampaikan kepada kami,” pesannya.»
Bagi Polres Nagekeo, kepulangan para penyintas bukanlah akhir dari sebuah pendampingan. Justru, itu menjadi tanda bahwa masyarakat perlahan mulai bangkit dan kembali menata kehidupan setelah melewati masa penuh cobaan.
Sementara bagi warga, 15 hari yang mereka habiskan di tenda pengungsian akan menjadi sebuah kenangan yang tidak mudah dilupakan. Di tengah ketakutan akibat bencana, mereka menemukan kehadiran orang-orang yang bersedia membantu, menemani, dan menguatkan.
Ketika langkah para penyintas meninggalkan tenda pengungsian, tersisa satu pesan sederhana namun penuh makna:
“Terima kasih Polri. Terima kasih sudah menemani kami saat kami merasa takut dan tidak berdaya.”
Sebuah perpisahan yang bukan tentang berakhirnya kebersamaan, tetapi tentang lahirnya harapan baru untuk kembali bangkit setelah bencana.

Tidak ada komentar:
Write comment