Kepedulian Kapolri Menyentuh Hati, Kapolres Nagekeo Salurkan Bantuan untuk Personel Terdampak Gempa
Nagekeo, NTT — Kepedulian terhadap anggota Polri yang turut menjadi korban terdampak bencana gempa bumi terus ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian. Bantuan dari Kapolri disalurkan kepada personel Polres Nagekeo yang rumah maupun kehidupannya turut terdampak gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nagekeo Ny. Herma Rachmat, pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Polres Nagekeo tersebut turut dihadiri Wakapolres Nagekeo Kompol Made Mudana, para Pejabat Utama (PJU) Polres Nagekeo, anggota Bhayangkari Cabang Nagekeo serta staf Polres Nagekeo.
Sebanyak 14 personel menerima bantuan pada tahap pertama. Bantuan yang diberikan berupa kasur, sarung, abon, air mineral, mi instan, selimut, biskuit Roma serta bingkisan dari Kapolri.
Bantuan tersebut diterima oleh Nasrul Abdurrahman, Abubakar Ichlas, M. Iqra Rodja, Irwan M. Ahmad, Eduardus Madhu, Hamzah Sulaiman, Sujatmiko Nulik, Roy Sima, M. Ikhmal Yasin, Syarif Fuad, Jefri Abrianto, Bachtar Rivai, S.H., Roby Nikolaus Lema dan Elsius J. Dhedho.
Bagi para personel yang menerima bantuan, perhatian tersebut bukan sekadar bantuan berupa kebutuhan sehari-hari. Di tengah situasi pascabencana yang masih penuh keterbatasan, kehadiran pimpinan dan kepedulian institusi menjadi penyemangat bagi anggota untuk tetap kuat menjalankan tugas.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pimpinan Polri kepada anggota yang juga menjadi bagian dari masyarakat terdampak bencana.
«“Kami ingin memastikan bahwa dalam kondisi seperti ini, anggota tidak merasa berjalan sendiri. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Polri. Ketika mereka terdampak bencana, maka sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk hadir, membantu dan memberikan penguatan,” ujar Kapolres.»
Menurutnya, tugas anggota Polri di tengah situasi bencana memang tidak ringan. Di satu sisi, personel dituntut untuk hadir memberikan pelayanan, perlindungan dan bantuan kepada masyarakat terdampak, sementara di sisi lain sebagian anggota juga menghadapi persoalan dan kerugian akibat bencana yang dialami keluarganya.
«“Mereka tetap berdiri untuk masyarakat meskipun dirinya sendiri terdampak. Karena itu, perhatian seperti ini sangat penting. Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan seluruh apa yang hilang akibat bencana, tetapi kami berharap dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi anggota beserta keluarganya,” lanjutnya.»
Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolri atas perhatian yang diberikan kepada personel Polres Nagekeo.
«“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Kapolri atas kepedulian kepada anggota kami. Ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir untuk masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian kepada anggota yang sedang menghadapi kesulitan,” ungkap AKBP Rachmat.»
Sebanyak 40 personel Polres Nagekeo diketahui terdampak gempa bumi tektonik. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama diberikan kepada 14 personel pada Kamis (27/8/2026), dan akan dilanjutkan pada Jumat (28/8/2026) kepada personel terdampak lainnya.
Di tengah suasana pascabencana, bantuan tersebut menjadi pesan sederhana namun bermakna: tidak ada anggota yang berjuang sendirian.
Polri hadir bukan hanya melalui seragam dan tugas, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Sebab di balik setiap personel yang bertugas menjaga dan melindungi masyarakat, terdapat keluarga yang juga membutuhkan perhatian dan dukungan.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung dengan aman dan lancar serta berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.

Tidak ada komentar:
Write comment