Bantuan Kapolri Tiba di Nangaroro, Polri Pastikan Warga Terdampak Gempa Tak Berjuang Sendirian
Nagekeo, NTT — Kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo terus diwujudkan. Sebanyak 100 paket bantuan Kapolri bersama berbagai kebutuhan logistik tiba di wilayah Kecamatan Nangaroro, Jumat (28/8/2026).
Bantuan tersebut didistribusikan dari Polres Nagekeo menuju Mako Polsek Nangaroro dan diterima langsung oleh Kapolsek Nangaroro Iptu Yeskiel Florian Nodu sekitar pukul 13.30 WITA.
Pendistribusian bantuan dikawal oleh KBO Reskrim Polres Nagekeo Ipda Kairun Abdurahman bersama Aipda Andri P. Mangngi, S.H., M.H. Bantuan diterima dalam kondisi lengkap dan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah hukum Polsek Nangaroro.
Sebanyak 100 paket bantuan Kapolri masing-masing berisi kebutuhan pokok dan kebutuhan keluarga, di antaranya beras SPHP 5 kilogram, susu bayi Lactogen, susu untuk ibu hamil, kecap manis, biskuit, teh, minyak goreng, mi instan dan gula.
Selain paket tersebut, bantuan yang tiba di Nangaroro juga terdiri dari 50 dus air mineral, 50 dus mi instan serta 100 lembar selimut.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pimpinan Polri kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
«“Bantuan ini bukan hanya tentang apa yang ada di dalam paket, tetapi tentang kepedulian dan kehadiran. Kami ingin masyarakat yang terdampak gempa merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Polri akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan memastikan kebutuhan dasar mereka mendapatkan perhatian,” ujar AKBP Rachmat.»
Menurutnya, kebutuhan masyarakat pascabencana tidak hanya berupa makanan dan minuman, tetapi juga rasa aman, perhatian dan keyakinan bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap kondisi mereka.
«“Kami berharap bantuan dari Bapak Kapolri ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan bahan makanan, kebutuhan bayi dan ibu hamil serta perlengkapan untuk beristirahat. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita untuk terus bangkit dari situasi bencana,” lanjutnya.»
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan bencana agar tetap mengedepankan pelayanan yang humanis dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
«“Dalam situasi bencana, kehadiran kita harus benar-benar dirasakan. Jangan hanya datang membawa bantuan, tetapi hadir dengan hati, dengarkan kebutuhan masyarakat dan layani mereka dengan penuh kepedulian,” tegasnya.»
Setibanya bantuan di Mako Polsek Nangaroro, seluruh logistik selanjutnya dipersiapkan untuk didistribusikan kepada warga masyarakat korban bencana gempa bumi di wilayah Kecamatan Nangaroro.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam membantu masyarakat melewati masa sulit pascabencana. Di tengah keterbatasan dan kondisi yang belum sepenuhnya pulih, setiap bantuan diharapkan menjadi penguat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian masih terus menyala.
Kegiatan penerimaan dan pendistribusian bantuan berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.
Nagekeo, NTT — Kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo terus diwujudkan. Sebanyak 100 paket bantuan Kapolri bersama berbagai kebutuhan logistik tiba di wilayah Kecamatan Nangaroro, Jumat (28/8/2026).
Bantuan tersebut didistribusikan dari Polres Nagekeo menuju Mako Polsek Nangaroro dan diterima langsung oleh Kapolsek Nangaroro Iptu Yeskiel Florian Nodu sekitar pukul 13.30 WITA.
Pendistribusian bantuan dikawal oleh KBO Reskrim Polres Nagekeo Ipda Kairun Abdurahman bersama Aipda Andri P. Mangngi, S.H., M.H. Bantuan diterima dalam kondisi lengkap dan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah hukum Polsek Nangaroro.
Sebanyak 100 paket bantuan Kapolri masing-masing berisi kebutuhan pokok dan kebutuhan keluarga, di antaranya beras SPHP 5 kilogram, susu bayi Lactogen, susu untuk ibu hamil, kecap manis, biskuit, teh, minyak goreng, mi instan dan gula.
Selain paket tersebut, bantuan yang tiba di Nangaroro juga terdiri dari 50 dus air mineral, 50 dus mi instan serta 100 lembar selimut.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pimpinan Polri kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
«“Bantuan ini bukan hanya tentang apa yang ada di dalam paket, tetapi tentang kepedulian dan kehadiran. Kami ingin masyarakat yang terdampak gempa merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Polri akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan memastikan kebutuhan dasar mereka mendapatkan perhatian,” ujar AKBP Rachmat.»
Menurutnya, kebutuhan masyarakat pascabencana tidak hanya berupa makanan dan minuman, tetapi juga rasa aman, perhatian dan keyakinan bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap kondisi mereka.
«“Kami berharap bantuan dari Bapak Kapolri ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan bahan makanan, kebutuhan bayi dan ibu hamil serta perlengkapan untuk beristirahat. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita untuk terus bangkit dari situasi bencana,” lanjutnya.»
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan bencana agar tetap mengedepankan pelayanan yang humanis dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
«“Dalam situasi bencana, kehadiran kita harus benar-benar dirasakan. Jangan hanya datang membawa bantuan, tetapi hadir dengan hati, dengarkan kebutuhan masyarakat dan layani mereka dengan penuh kepedulian,” tegasnya.»
Setibanya bantuan di Mako Polsek Nangaroro, seluruh logistik selanjutnya dipersiapkan untuk didistribusikan kepada warga masyarakat korban bencana gempa bumi di wilayah Kecamatan Nangaroro.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam membantu masyarakat melewati masa sulit pascabencana. Di tengah keterbatasan dan kondisi yang belum sepenuhnya pulih, setiap bantuan diharapkan menjadi penguat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian masih terus menyala.
Kegiatan penerimaan dan pendistribusian bantuan berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.

Tidak ada komentar:
Write comment