Di Tengah Puing dan Luka, Polri Hadir Menyalakan Harapan: Bersihkan SMA Katolik Baleriwu Danga Pascagempa 7,7 SR
Nagekeo, NTT — Di tengah puing-puing bangunan dan jejak kerusakan akibat gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah Flores, semangat untuk bangkit terus digaungkan. Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga turun langsung membantu masyarakat dan dunia pendidikan memulihkan kembali aktivitas pascabencana.
Kepedulian tersebut ditunjukkan oleh jajaran Polres Nagekeo melalui kegiatan pembersihan puing-puing pascagempa di SMA Katolik Baleriwu Danga, Kabupaten Nagekeo.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres Nagekeo KOMPOL Made Mudana, mewakili Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., bersama seluruh personel Polres Nagekeo dan personel BKO Satbrimob Polda NTT.
Dengan menggunakan peralatan yang tersedia, personel Polri bergotong royong membersihkan material bangunan, puing-puing serta bagian lingkungan sekolah yang terdampak gempa. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kehati-hatian, mengingat masih terdapat material bangunan yang berpotensi membahayakan.
Bagi Polri, membersihkan puing-puing tersebut bukan sekadar pekerjaan fisik. Di balik setiap material yang disingkirkan, terdapat upaya untuk membuka kembali jalan bagi para siswa dan guru agar dapat kembali menatap masa depan.
Sekolah merupakan tempat anak-anak menggantungkan cita-cita. Karena itu, membantu membersihkan lingkungan sekolah menjadi bagian dari kepedulian Polri agar proses pendidikan dapat kembali berjalan ketika kondisi telah memungkinkan.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Nagekeo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
«“Kami hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat. Sekolah adalah tempat anak-anak kita belajar dan mengejar cita-cita. Karena itu, ketika sekolah terdampak bencana, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu membersihkan dan memulihkan lingkungan sekolah,” ujar Kapolres.»
Ia menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kebersamaan dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
«“Bencana ini kita hadapi bersama. Tidak ada yang berjalan sendiri. Polri akan terus berupaya hadir bersama masyarakat, bergandengan tangan dengan pemerintah, pihak sekolah dan seluruh elemen lainnya untuk membantu proses pemulihan,” lanjutnya.»
Sementara itu, Kepala SMA Katolik Baleriwu Danga, Paulus Tenga, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Polri yang telah turun langsung membantu membersihkan lingkungan sekolah.
«“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polri, khususnya Polres Nagekeo dan Satbrimob Polda NTT yang sudah datang dan membantu kami membersihkan puing-puing akibat gempa. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkap Paulus Tenga.»
Menurutnya, kehadiran personel Polri memberikan semangat tersendiri bagi pihak sekolah di tengah kondisi pascabencana yang masih penuh keterbatasan.
«“Kami merasa tidak sendirian. Kehadiran bapak-bapak Polisi memberikan kekuatan dan motivasi kepada kami untuk bangkit kembali,” tambahnya.»
Kegiatan pembersihan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Personel Polri bahu-membahu mengangkat puing, membersihkan halaman dan merapikan lingkungan sekolah yang terdampak.
Di tengah reruntuhan yang tersisa, terlihat sebuah pesan sederhana namun kuat: gempa boleh merobohkan bangunan, tetapi tidak boleh merobohkan semangat untuk bangkit.
Melalui kehadiran dan kerja nyata tersebut, Polres Nagekeo bersama BKO Satbrimob Polda NTT kembali menunjukkan bahwa Polri hadir untuk masyarakat, bekerja bersama masyarakat dan bangkit bersama masyarakat.

Tidak ada komentar:
Write comment