-->

Jumat, 11 September 2026

Di Bawah Tenda Darurat, Senyum Anak-Anak Nagekeo Kembali Mekar: Polres Nagekeo Hadir Pulihkan Trauma Pascagempa

 

Di Bawah Tenda Darurat, Senyum Anak-Anak Nagekeo Kembali Mekar: Polres Nagekeo Hadir Pulihkan Trauma Pascagempa

NAGEKEO — Di tengah keterbatasan fasilitas sekolah pascabencana gempa bumi, senyum dan keceriaan siswa-siswi SDI Waemburung, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, kembali terpancar. Polres Nagekeo melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar kegiatan trauma healing sebagai wujud kepedulian dan dukungan pemulihan psikososial bagi anak-anak penyintas gempa bumi, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita tersebut dipimpin oleh Kabag SDM Polres Nagekeo AKP Marcellinus Ola Sabon bersama staf Bag SDM dan personel Polwan Polres Nagekeo. Kehadiran anggota Polri disambut antusias oleh para guru dan seluruh siswa-siswi SDI Waemburung.

Berbagai kegiatan interaktif, permainan edukatif, bernyanyi, serta pemberian motivasi dilaksanakan untuk membantu anak-anak mengalihkan perhatian dari rasa takut dan kecemasan akibat gempa bumi. Di tengah situasi belajar yang masih berlangsung dalam kondisi darurat, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk kembali bermain, tertawa, dan membangun semangat belajar.

Selain pendampingan psikososial, anggota Polres Nagekeo juga memberikan dukungan nutrisi tambahan berupa biskuit dan susu kepada para siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi anak-anak selama mengikuti kegiatan pemulihan dan aktivitas belajar.

Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan rasa aman sekaligus mendampingi masyarakat dalam menghadapi dampak bencana, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan psikologis.

«“Bencana gempa bumi tidak hanya berdampak pada kerusakan bangunan, tetapi juga dapat meninggalkan rasa takut dan kecemasan bagi anak-anak. Karena itu, Polres Nagekeo hadir untuk memberikan pendampingan, mengembalikan rasa aman, serta membangkitkan kembali semangat mereka untuk belajar dan bermain,” ujar Kapolres Nagekeo.»

Lebih lanjut, AKBP Rachmat Muchamad Salihi menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan kepada masyarakat pascabencana.

«“Kami ingin anak-anak mengetahui bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini. Polri bersama seluruh elemen masyarakat akan terus berupaya mendukung pemulihan, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun psikososial. Semoga senyum dan semangat anak-anak kembali tumbuh, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan penuh harapan,” tambahnya.»

Kegiatan trauma healing yang diikuti siswa-siswi SDI Waemburung selesai pada pukul 10.40 Wita. Selama pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Polres Nagekeo — Presisi, Humanis, dan Hadir untuk Masyarakat.</WritingBlock>

Catatan redaksi: Statemen Kapolres di atas merupakan draf redaksional berdasarkan laporan yang diberikan. Kutipan langsung perlu dikonfirmasi kepada Kapolres sebelum dipublikasikan sebagai pernyataan resmi.

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Latest News

Back to Top