Di Balik Puing Gempa, Ada Harapan yang Kembali: Polres Nagekeo Bersihkan SDI Mbay dan Pulihkan Senyum Anak-Anak.
Nagekeo – Di antara puing-puing bangunan yang menjadi saksi dahsyatnya gempa bumi 7,7 SR pada 15 Agustus 2026, hadir tangan-tangan kemanusiaan dari personel Polri. Bukan hanya membersihkan sisa-sisa kehancuran, mereka juga berusaha mengembalikan senyum dan keberanian anak-anak yang sempat diliputi rasa takut.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Nagekeo KOMPOL Made Mudana, bersama BKO Satbrimob Polda NTT dan seluruh personel Polres Nagekeo, turun langsung melaksanakan pembersihan bekas puing-puing gempa di SDI Mbay, Desa Nggolombay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Dengan bergotong royong, personel Polri membersihkan material dan puing-puing yang berserakan di lingkungan sekolah akibat terdampak gempa. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya membantu pihak sekolah agar lingkungan pendidikan dapat kembali tertata dan memberikan rasa aman bagi para siswa.
Namun, perjuangan hari itu tidak berhenti pada membersihkan puing.
Di tengah suasana sekolah yang masih menyimpan trauma akibat bencana, Tim Trauma Healing Polres Nagekeo bersama Polwan Polres Nagekeo hadir mendampingi para siswa.
Melalui permainan, komunikasi, dan kegiatan yang menyenangkan, para siswa diajak kembali tersenyum dan berinteraksi. Tawa kecil yang terdengar di tengah suasana pascagempa menjadi gambaran bahwa perlahan, rasa takut mulai berganti dengan harapan.
Kegiatan trauma healing tersebut menjadi penting karena bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan secara fisik, tetapi juga dapat meninggalkan rasa takut dan trauma, khususnya bagi anak-anak.
Kepala SDI Mbay, Astuti Guhir, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Polri, khususnya Polres Nagekeo, atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada sekolah dan para siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polri, khususnya Polres Nagekeo, yang telah membantu dan memberikan terapi trauma healing kepada anak-anak. Kehadiran Polres Nagekeo sangat membantu dan bermanfaat bagi kami dalam melayani masyarakat saat terjadi bencana seperti ini,” ungkap Astuti.
Bagi pihak sekolah, kehadiran jajaran Polres Nagekeo bukan sekadar membantu mengangkat puing-puing bangunan. Lebih dari itu, mereka hadir membawa rasa aman, kepedulian dan semangat untuk bangkit.
Hari itu, Polri tidak hanya membersihkan puing-puing yang berserakan di halaman sekolah. Mereka juga berusaha membersihkan rasa takut yang tersisa di hati anak-anak, menggantinya dengan senyum, keberanian dan keyakinan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit.
Di tengah reruntuhan akibat gempa, Polri hadir menyalakan kembali harapan.

Tidak ada komentar:
Write comment