Peduli Pendidikan, Polres Nagekeo Dirikan Tenda Darurat agar Anak-anak SDI Danga Tetap Bisa Belajar.
NAGEKEO, NTT — Di tengah suasana pascagempa yang masih menyisakan luka dan kekhawatiran, langkah nyata untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya terus dilakukan. Polres Nagekeo bersama personel BKO Sat Brimob Polda NTT mendirikan tiga tenda darurat Polri di SDI Danga, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Senin (31/8/2026).
Pemasangan tenda darurat tersebut dipimpin langsung Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Nagekeo Kompol Made Mudana, PJU Polres Nagekeo, Danton Gas Sat Brimob Polda NTT Ipda Tri Joko, S.Sos., Kepala Sekolah SDI Danga, serta personel Polres Nagekeo dan BKO Sat Brimob Polda NTT.
Tiga tenda darurat tersebut didirikan sebagai ruang alternatif bagi para guru dan siswa, mengingat kondisi sejumlah ruang kelas permanen terdampak bencana dan belum sepenuhnya aman untuk digunakan.
Setiap tenda memiliki ukuran panjang 14 meter, lebar 6 meter, tinggi puncak sekitar 3 meter, dengan tinggi bagian samping sekitar 1,5 hingga 2 meter. Tenda tersebut mampu menampung sekitar 30 hingga 40 orang dan dapat difungsikan sebagai tempat belajar mengajar, ruang interaksi, maupun tempat pengungsian apabila dibutuhkan.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi mengatakan, pemasangan tenda darurat merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak bencana.
«“Kami ingin memastikan bahwa bencana tidak boleh memutus semangat anak-anak untuk belajar. Ketika ruang kelas mereka belum bisa digunakan, kita hadir menyediakan tempat yang aman agar proses belajar tetap berjalan,” ujar Kapolres.»
Menurut AKBP Rachmat, keberadaan tenda tersebut bukan hanya berkaitan dengan sarana fisik, tetapi juga bagian dari upaya memberikan rasa aman dan mengurangi trauma yang mungkin dirasakan anak-anak setelah mengalami bencana gempa.
«“Anak-anak membutuhkan rasa aman, membutuhkan guru, teman-temannya, dan suasana yang membuat mereka kembali bersemangat. Karena itu, kami berharap tenda ini menjadi ruang untuk belajar sekaligus ruang untuk memulihkan semangat mereka setelah menghadapi situasi yang berat,” ungkapnya.»
Kapolres menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana. Menurutnya, kebutuhan masyarakat tidak hanya menyangkut bantuan logistik, tetapi juga kepastian bahwa kehidupan sosial dan pendidikan dapat kembali berjalan secara bertahap.
«“Polri tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pengamanan, tetapi juga ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan. Kami akan terus bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan kami, dan memastikan anak-anak tetap memiliki harapan untuk melanjutkan pendidikan,” tegas AKBP Rachmat.»
Pemasangan tenda darurat tersebut juga menjadi wujud sinergi antara Polres Nagekeo dan Sat Brimob Polda NTT dalam memberikan respons cepat terhadap dampak bencana.
Bagi para siswa SDI Danga, tenda-tenda yang berdiri di tengah lingkungan sekolah itu bukan sekadar bangunan sementara. Di dalamnya tersimpan harapan agar suara guru kembali terdengar, buku-buku kembali dibuka, dan senyum anak-anak kembali hadir setelah gempa mengguncang kehidupan mereka.
Kegiatan pemasangan tenda selesai sekitar pukul 10.50 Wita. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali.

Tidak ada komentar:
Write comment