Tokoh Agama di Nagekeo himbau Masyarakat tetap jaga kedamaian.
Nagekeo, 31 Agustus 2025 – Sejumlah tokoh lintas agama di Kabupaten Nagekeo menyampaikan himbauan damai menyikapi peristiwa unjuk rasa yang terjadi di berbagai kota di tingkat provinsi. Pesan tersebut disampaikan secara bergiliran pada Minggu (31/8/2025) di beberapa lokasi berbeda.
Di Pastor Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Pater Marselinus Kabut, OFM, menekankan pentingnya menjaga keharmonisan umat.
> “Permasalahan yang terjadi lebih dititikberatkan pada statement yang telah dikeluarkan oleh oknum DPR RI. Kami menghimbau umat, khususnya Orang Muda Katolik (OMK), agar tidak terpancing situasi. Gereja dari pusat pun telah menegaskan agar tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memprovokasi,” ujar Pater Marselinus. Ia berharap agar situasi segera kembali kondusif.
Sementara itu, di GMIT Ebenhaezer Mbay, Kelurahan Danga, Pdt. Johanes Jamres Ur, S.Th, mengajak umat Kristiani untuk tetap tenang.
> “Kita jangan mudah terprovokasi terhadap isu-isu yang berkembang. Mari kita dukung Polri dalam menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Nagekeo,” tegasnya.
Sedangkan dari kalangan Muslim, Ketua MUI Kabupaten Nagekeo, Ustad Muhammad Lutfi Daeng Maro, menyampaikan keprihatinannya saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Mbay I.
> “Sangat disayangkan DPR RI tidak bersedia bertemu dengan para pendemo, sehingga kepolisian menjadi sasaran kemarahan. Saya menghimbau umat dan ormas agar tidak mudah terprovokasi. Orang tua juga perlu mengingatkan anak-anak yang berkuliah di luar daerah untuk tidak ikut ajakan demonstrasi anarkis,” ungkap Ustad Lutfi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara aparat kepolisian dan mahasiswa.
> “Mahasiswa adalah anak-anak kita, generasi penerus bangsa. Dalam menjaga keamanan, komunikasi harus tetap dijaga dengan baik,” tambahnya.
Pesan serupa dari ketiga tokoh agama ini menjadi penegasan bersama bahwa Kabupaten Nagekeo mendukung terciptanya kedamaian, persatuan, dan situasi kondusif di tengah dinamika sosial yang terjadi.

Tidak ada komentar:
Write comment