Polres Nagekeo Pastikan Pengamanan Pengungsian Marapokot Kondusif, Warga Diminta Waspadai Rumah yang Ditinggalkan
Nagekeo, 18 Agustus 2026 — Personel Polres Nagekeo terus memperkuat pengamanan dan pemantauan di sejumlah lokasi pengungsian pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Nagekeo. Salah satunya dilaksanakan di Pos Pengungsian TPU Marapokot, Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan pengamanan dan pemantauan yang dimulai pukul 13.00 WITA tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.
Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 369 jiwa masih mengungsi di Pos Pengungsian TPU Marapokot. Mereka terdiri dari 41 orang lansia, 201 orang dewasa, 91 anak-anak, serta 23 bayi dan balita. Dari kelompok dewasa tersebut terdapat 10 ibu menyusui dan 3 ibu hamil.
Personel Polres Nagekeo melakukan pemantauan terhadap aktivitas para pengungsi, kondisi lingkungan sekitar, serta arus keluar-masuk masyarakat di area pengungsian.
Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban di Pos Pengungsian TPU Marapokot hingga saat ini terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan para pengungsi.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajaran Polres Nagekeo akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya di lokasi-lokasi pengungsian, untuk memberikan rasa aman selama masa tanggap darurat bencana.
«“Kami memastikan personel Polres Nagekeo terus melakukan pengamanan dan pemantauan secara berkala di lokasi pengungsian. Kehadiran anggota bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak bencana merasa terlindungi dan mendapatkan pelayanan dengan baik,” ujar Kapolres Nagekeo.»
Kapolres juga memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan yang berada di lokasi pengungsian, seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta bayi dan balita.
«“Kelompok rentan menjadi perhatian utama kami. Kami mengimbau seluruh personel agar terus berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan kebutuhan atau kondisi yang memerlukan penanganan segera,” lanjutnya.»
Di sisi lain, dalam pemantauan tersebut terdapat keluhan dari sejumlah masyarakat pengungsi terkait keamanan rumah yang ditinggalkan selama berada di lokasi pengungsian. Beberapa warga menyampaikan adanya rumah yang dimasuki oleh orang yang tidak dikenal tanpa izin.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Nagekeo mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan permukiman.
«“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan orang yang tidak dikenal atau aktivitas mencurigakan di sekitar rumah yang ditinggalkan. Polres Nagekeo akan meningkatkan pemantauan dan patroli sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun tindak pidana,” tegas AKBP Rachmat Muchamad Salihi.»
Kapolres menambahkan, keamanan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila membutuhkan bantuan.
Polres Nagekeo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana, sekaligus memastikan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Nagekeo tetap aman dan kondusif selama proses penanganan pascabencana berlangsung.
Polres Nagekeo: Hadir, Melindungi dan Mengayomi Masyarakat di Tengah Bencana.

Tidak ada komentar:
Write comment