Kapolres Nagekeo Pimpin Kegiatan Trauma Healing, Upayakan Kesehatan Mental Anak Pengungsi.
Nagekeo, 24 Agustus 2026 — Dalam upaya menjaga kesehatan mental dan memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak terdampak bencana gempa bumi, Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., memimpin tim Psikologi Kepolisian melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi di lokasi pengungsian Lapangan Berdikari, Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis anak-anak yang hingga saat ini masih berada di lokasi pengungsian pascagempa. Melalui pendekatan yang ramah anak, tim psikologi mengajak para pengungsi cilik untuk bermain, berinteraksi, dan mengikuti berbagai aktivitas yang menyenangkan.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis, khususnya bagi anak-anak.
«“Anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi bencana. Kami ingin mereka tetap merasa aman, nyaman dan mendapatkan pendampingan agar rasa takut maupun trauma yang mereka alami dapat berangsur berkurang,” ujar Kapolres.»
Menurutnya, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan dukungan dan pendampingan selama masa tanggap darurat bencana.
Kegiatan trauma healing berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan keceriaan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan bersama tim psikologi kepolisian, sehingga suasana di lokasi pengungsian menjadi lebih hangat dan menyenangkan.
Kapolres menegaskan bahwa Polres Nagekeo bersama seluruh personel yang terlibat dalam penanganan bencana akan terus hadir memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat terdampak, termasuk memastikan kebutuhan psikologis anak-anak pengungsi tetap menjadi perhatian.
Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap anak-anak pengungsi dapat kembali membangun rasa percaya diri, memperoleh pengalaman positif selama berada di pengungsian, serta mampu melewati masa sulit pascabencana dengan lebih tenang dan kuat.

Tidak ada komentar:
Write comment