Gerak Cepat Polres Nagekeo Tangani Dampak Gempa Bumi M7,7, Utamakan Keselamatan dan Kebutuhan Warga
Nagekeo, NTT — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kepulauan Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, turut berdampak di Kabupaten Nagekeo. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Nagekeo bergerak cepat bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, tenaga kesehatan, serta unsur terkait lainnya untuk melakukan penanganan dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., menginstruksikan jajaran untuk segera melakukan pemantauan, evakuasi, pendataan korban, serta membantu masyarakat yang terdampak gempa.
Langkah cepat dilakukan dengan membangun posko bencana sementara sebagai pusat koordinasi dan pelayanan masyarakat. Selain itu, petugas bersama unsur terkait juga menyiapkan jalur evakuasi serta tenda posko pengungsian di lokasi yang dinilai aman, khususnya bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan maupun masyarakat yang masih khawatir terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami bersama seluruh unsur terkait bergerak cepat untuk memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan tempat yang aman, kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, serta bantuan yang diperlukan,” ujar Kapolres Nagekeo.
Dalam penanganan di lapangan, Polres Nagekeo juga melakukan mobilisasi personel dan sarana pendukung untuk membantu proses evakuasi serta penanganan medis darurat terhadap korban luka. Petugas membantu membawa korban yang membutuhkan pertolongan menuju fasilitas kesehatan dan memastikan akses terhadap pelayanan medis tetap berjalan.
Berdasarkan laporan sementara, terdapat satu orang meninggal dunia (MD) akibat kejadian tersebut, yakni Matrona Wona (72 tahun), perempuan, warga RT 007, Kelurahan Nagenai, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Sementara itu, pendataan terhadap korban luka-luka masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Gempa juga menyebabkan sejumlah bangunan mengalami dampak, antara lain gedung perkantoran, pertokoan, tempat ibadah, dan rumah warga. Pendataan kerusakan dan kerugian material masih berlangsung guna mendapatkan gambaran kondisi secara menyeluruh.
Selain penanganan korban, Polres Nagekeo bersama unsur terkait turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi. Bantuan berupa makanan siap saji, air minum, sembako, susu, serta kebutuhan pokok lainnya untuk anak-anak mulai didistribusikan kepada warga terdampak.
Kebutuhan khusus kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, ibu-ibu, serta warga yang membutuhkan pertolongan medis, menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan evakuasi dan distribusi bantuan.
Di sisi lain, kondisi padamnya pasokan listrik di wilayah Kabupaten Nagekeo turut menjadi perhatian petugas. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk mendukung pemulihan kondisi serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Untuk keselamatan pasien, khususnya di RSUD Aeramo, Polres Nagekeo bersama BPBD dan pihak terkait juga melakukan langkah antisipasi. BPBD Kabupaten Nagekeo mengupayakan pembangunan tenda di luar area rumah sakit sebagai tempat penampungan sementara bagi pasien dan sebagai langkah mitigasi apabila kondisi bangunan rumah sakit membutuhkan pengosongan sementara.
Kapolres Nagekeo menegaskan bahwa seluruh personel Polres Nagekeo akan terus berada di lapangan untuk membantu masyarakat serta memastikan penanganan bencana berlangsung cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran.
“Kami tidak ingin masyarakat menghadapi situasi ini sendirian. Personel Polres Nagekeo bersama TNI, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus hadir di tengah masyarakat, membantu proses evakuasi, pengamanan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan dan kebutuhan lainnya,” tegas AKBP Rachmat.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan tidak kembali ke dalam bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman. Warga diminta mengikuti jalur evakuasi dan arahan petugas serta segera melaporkan apabila menemukan korban yang membutuhkan pertolongan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi dari pemerintah, BPBD, Polres Nagekeo, serta petugas yang berada di lapangan.
Polres Nagekeo memastikan gerak cepat penanganan bencana akan terus dilakukan hingga kondisi masyarakat kembali aman dan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, kehadiran personel di lapangan menjadi bentuk nyata komitmen Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat di tengah situasi bencana.

Tidak ada komentar:
Write comment