*Kapolda NTT Tebar Kepedulian di Takari, Rumah Harapan Jadi Kado HUT ke-80 Bhayangkara untuk Warga*
Kupang – Senyum haru tak henti menghiasi wajah Tersia Radja. Perempuan 50 tahun yang sehari-hari berjuang membesarkan tiga anaknya seorang diri itu tak pernah membayangkan rumah yang selama ini hanya menjadi impian akhirnya berdiri kokoh di hadapannya.
Di tengah suasana hangat Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Senin (22/6/2026), harapan baru itu resmi hadir melalui program Rumah Harapan yang diinisiasi Polda Nusa Tenggara Timur dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kedatangan Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama rombongan disambut meriah oleh masyarakat. Tarian adat dan pengalungan kain tradisional menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan syukur warga atas kepedulian yang diberikan kepada salah satu keluarga mereka. Di RT 012 RW 005 Dusun Tanah Putih itulah rumah baru milik Tersia Radja berdiri. Bangunan sederhana namun layak huni tersebut kini menjadi tempat berteduh yang aman bagi dirinya dan ketiga anaknya setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
Bagi Tersia, rumah itu bukan sekadar bangunan berdinding tembok dan beratap seng. Rumah itu adalah simbol harapan, perjuangan, dan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.
Momentum peresmian berlangsung penuh kehangatan. Sebelum pengguntingan pita dilakukan, para tamu undangan menyaksikan tayangan video yang memperlihatkan proses pembangunan rumah hingga akhirnya siap ditempati. Tak sedikit yang tampak terharu melihat perubahan besar yang terjadi dalam kehidupan keluarga penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Kapolda NTT menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.
"Rumah Harapan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan semangat baru bagi keluarga penerima manfaat. Polri tidak hanya hadir dalam tugas keamanan, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko.
Menurut Kapolda, peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Kebahagiaan keluarga Tersia semakin lengkap ketika Direktur Binmas Polda NTT, Kombes Pol. Sudartomo, S.I.K., M.Si., menyerahkan ijazah SMA kepada salah satu anaknya. Penyerahan tersebut menjadi simbol bahwa perhatian Polri tidak hanya menyentuh aspek tempat tinggal, tetapi juga masa depan pendidikan generasi muda.
Setelah peresmian rumah, kegiatan berlanjut dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada 50 warga Kecamatan Takari. Satu per satu warga menerima bantuan berisi beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, dan teh yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
Di balik paket sembako yang dibagikan, tersimpan pesan bahwa kehadiran negara melalui institusi Polri harus dapat dirasakan hingga ke pelosok desa. Senyum dan rasa syukur warga yang menerima bantuan menjadi pemandangan yang memperlihatkan eratnya hubungan antara masyarakat dan aparat kepolisian.
Namun perjalanan Kapolda NTT di Desa Benu tidak berhenti di sana. Usai kegiatan sosial, ia menyempatkan diri mengunjungi lokasi produksi gula aren milik Yusuf Adu, salah satu usaha tradisional yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
Didampingi warga dan Bhabinkamtibmas Desa Benu, Kapolda melihat langsung proses pembuatan gula aren yang masih dilakukan secara tradisional. Bahkan, ia turut mencoba beberapa tahapan produksi sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.
Kunjungan tersebut menjadi pesan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui perhatian terhadap potensi ekonomi yang dimiliki warga desa.
Bagi masyarakat Desa Benu, Senin itu bukan sekadar hari biasa. Kehadiran Kapolda NTT dan jajaran membawa kebahagiaan yang nyata, mulai dari rumah layak huni bagi seorang ibu, bantuan kebutuhan pokok bagi warga, hingga dukungan terhadap usaha rakyat.
Di usia ke-80 Bhayangkara, Polri kembali menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga lewat sentuhan kemanusiaan yang memberi harapan baru bagi masyarakat.
Di Dusun Tanah Putih, harapan itu kini berdiri kokoh dalam bentuk sebuah rumah sederhana. Sebuah rumah yang menjadi saksi bahwa kepedulian mampu mengubah kehidupan, dan bahwa kehadiran Polri dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri.
#NttPenuhKasih

Tidak ada komentar:
Write comment