-->

Senin, 20 April 2026

Waka Polres Nagekeo Hadiri Workshop Mitigasi Kekeringan Ekstrem dan Kemarau Basah 2026

Waka Polres Nagekeo Hadiri Workshop Mitigasi Kekeringan Ekstrem dan Kemarau Basah 2026



Nagekeo, — Wakil Kepala Kepolisian Resor Nagekeo, KOMPOL Made Mudana, menghadiri kegiatan Workshop Mitigasi Risiko Ancaman Kekeringan Ekstrem dan Kemarau Basah tingkat Kabupaten Nagekeo yang digelar pada Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) dan Yayasan Plan International Indonesia wilayah Nagekeo.

Workshop berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa yang secara resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Nagekeo, Drs. Imanuel Ndun, M.Si.

Dalam kesempatan itu, KOMPOL Made Mudana menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana akibat perubahan iklim.

“Kegiatan ini sangat penting sebagai langkah antisipatif menghadapi ancaman kekeringan ekstrem dan fenomena kemarau basah yang diprediksi terjadi pada tahun 2026. Diperlukan koordinasi dan kerja sama semua pihak agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalisir,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kepolisian siap mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana melalui pendekatan preventif serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait karakteristik kekeringan ekstrem dan kemarau basah beserta dampaknya terhadap masyarakat, sektor pertanian, dan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi wilayah rawan bencana serta merumuskan strategi mitigasi yang efektif dan adaptif sesuai kondisi lokal.

Tidak hanya itu, forum ini juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang diperkirakan akan memicu musim kemarau lebih panjang, kekeringan parah, serta fenomena kemarau basah yang berisiko merusak lahan pertanian di Kabupaten Nagekeo.

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Latest News

Back to Top