-->

Rabu, 01 April 2026

Polda NTT Kawal Tradisi Empat Abad Semana Santa Larantuka dengan Sentuhan Kasih

Polda NTT Kawal Tradisi Empat Abad Semana Santa Larantuka dengan Sentuhan Kasih


Larantuka – Menyongsong perayaan Semana Santa 2026 yang telah mengakar lebih dari empat abad di Flores Timur, Polda Nusa Tenggara Timur menghadirkan pengamanan yang humanis, penuh empati, dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui Operasi Turangga 2026, Polda NTT bersama Polres Flores Timur berkomitmen menjaga kekhusyukan seluruh rangkaian Pekan Suci di Larantuka, yang berlangsung sejak 29 Maret hingga 6 April 2026.

Perayaan Semana Santa di Larantuka selama ini dikenal bukan hanya sebagai agenda keagamaan, tetapi juga warisan budaya dan sejarah yang telah berlangsung sejak abad ke-16. Tradisi ini menjadi simbol devosi masyarakat kepada Tuan Ma dan Tuan Ana, sekaligus menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H, mengatakan bahwa pengamanan yang dilakukan tidak semata-mata bertujuan menjaga situasi tetap aman, tetapi juga memastikan seluruh peziarah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.

“Polda NTT hadir bukan untuk membatasi, melainkan memastikan setiap tetes doa dan setiap langkah peziarah berjalan dengan damai. Pengamanan ini adalah bentuk pengabdian dan pelayanan Polri kepada masyarakat serta tradisi luhur yang telah diwariskan turun-temurun,” ujarnya di Mapolda NTT, Rabu (1/4/2026).

Sebanyak 985 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan seluruh rangkaian Semana Santa di Kota Larantuka. Personel tersebut terdiri dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga organisasi kepemudaan lintas agama seperti OMK dan Pemuda GMIT.

Keterlibatan pemuda lintas agama dalam pengamanan dinilai menjadi simbol kuat toleransi dan persaudaraan di Flores Timur.

“Semana Santa bukan hanya milik umat Katolik, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Flores Timur. Karena itu, keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam pengamanan menjadi wujud nyata persatuan dan toleransi,” kata Kabidhumas.

Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik penting dan ritual utama, mulai dari Tikam Turo atau pemasangan pagar bambu, Rabu Trewa, hingga puncak Prosesi Jumat Agung dan Prosesi Laut.

Polda NTT juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan jalur prosesi, kelancaran arus lalu lintas, serta keselamatan selama prosesi laut berlangsung.

Untuk itu, personel Ditpolairud Polda NTT disiagakan di wilayah perairan guna mengawal armada penyeberangan dan memastikan kapal yang digunakan memenuhi standar keselamatan.

Selain itu, tim penjinak bom juga diterjunkan untuk melakukan sterilisasi di lokasi-lokasi ibadah dan titik kumpul peziarah.

Sejumlah lokasi prioritas pengamanan meliputi Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, jalur prosesi darat, dermaga penyeberangan laut, hingga area kedatangan peziarah di bandara dan pelabuhan.

Menurut Kabidhumas, Polda NTT juga mengedepankan deteksi dini dan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama perayaan berlangsung.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan peziarah untuk mengikuti arahan petugas, terutama terkait pengalihan arus lalu lintas dan kapasitas muatan kapal saat prosesi laut. Keselamatan dan kenyamanan bersama adalah prioritas utama,” pungkasnya.

Dengan semangat kasih, pelayanan, dan persaudaraan, Polda NTT berharap Semana Santa 2026 di Larantuka dapat berlangsung aman, damai, dan menjadi momentum memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

#PoldaNTTPenuhKasih

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Latest News

Back to Top