Dukung Program Kapolda NTT , Polres Nagekeo Monitoring Masa Tanam Jagung di Desa Anakoli.
Nagekeo – Dalam rangka mendukung Program Kapolda NTT “NTT Lumbung Jagung Nasional”, Polres Nagekeo melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan kegiatan monitoring masa pertumbuhan tanaman jagung di lahan pertanian milik kelompok tani Kasih Sejati, Desa Anakoli, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Rabu (21/1/2026).
Monitoring dilakukan pada lahan seluas kurang lebih 1 hektare milik Bapak Silvester Rangga, yang merupakan bagian dari total lahan program Kapolda NTT seluas 51 hektare. Tanaman jagung tersebut telah berumur sekitar satu bulan sejak ditanam pada 20 Desember 2025 dan diperkirakan akan dipanen pada akhir Maret 2026.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H. melalui Kabag SDM Polres Nagekeo AKP Imanuel Lado, S.T. menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan dengan baik serta memberikan pendampingan kepada para petani agar hasil panen dapat maksimal.
“Polres Nagekeo berkomitmen mendukung penuh program ketahanan pangan nasional melalui pengawasan dan pendampingan langsung di lapangan. Monitoring ini penting untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani sejak masa tanam hingga panen,” ujar AKP Imanuel Lado menyampaikan pesan Kapolres.
Dari hasil pemantauan, pertumbuhan tanaman jagung di lahan tersebut terpantau normal. Namun, petani menyampaikan bahwa hingga saat ini belum diberikan obat anti hama tahap pertama, sehingga diperlukan perhatian dan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pertanian agar serangan hama, khususnya ulat, tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
AKP Imanuel Lado menambahkan bahwa pihaknya juga memberikan himbauan dan motivasi kepada petani agar terus melakukan perawatan tanaman secara optimal. Selain itu, disampaikan pula pentingnya menjaga kadar air jagung saat panen agar sesuai standar Bulog Kabupaten Nagekeo, yakni 14 persen, sehingga hasil panen dapat diserap dengan harga yang baik.
“Kami akan menindaklanjuti keluhan petani terkait kebutuhan obat anti hama dengan berkoordinasi bersama Dinas Pertanian dan BPP Kecamatan Wolowae. Harapannya, panen nanti dapat mencapai hasil maksimal dan memberi manfaat ekonomi bagi petani,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kasih Sejati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pendampingan serta perhatian yang diberikan oleh Polres Nagekeo. Pihaknya optimistis hasil panen dapat mencapai sekitar 5 ton per hektare dengan kadar air sesuai standar dan siap dijual ke Bulog Kabupaten Nagekeo.
Dalam kegiatan tersebut, staf Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nagekeo turut melakukan pendataan luas lahan tanam jagung menggunakan metode data poligon sebagai bagian dari validasi data pertanian.
Polres Nagekeo menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkesinambungan terhadap lahan CPCL, Aspirasi, dan Reguler sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada komentar:
Write comment